Bio Farma - Indonesia
Arie Irawan has diverse work experience in various legal roles. Arie began their career as a Legal Officer & Procurement at the Direktorat Logistik Institut Teknologi Bandung in 2012, where they served until 2015. Arie then worked as a Legal staff at a Notaris' Office in Indonesia for a brief period in 2012. In 2020, Arie joined PERADI as a Lawyer. Arie later moved on to become the Legal Manager at Bio Farma, an Indonesian company, from 2020 to 2022. Currently, they hold the position of Head of Talent Department at Bio Farma, where they joined in September 2022.
Arie Irawan completed their education at two different universities. From 2008 to 2012, they attended Universitas Andalas and obtained a degree in Sarjana Hukum, with a focus on Criminal Law. Following that, they pursued further education at Universitas Padjadjaran from 2013 to 2017, where they obtained a Magister Hukum degree in Business Law. Additionally, Arie Irawan has obtained several certifications, including the Awareness Training Course- Business Continuity System-ISO 22301:2019 and the Certified internal auditor training course ISO 22301:2019 & ISO/IEC 270001:2013, both offered by CBQA Global. Arie also completed the Management Training LPSE course offered by Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah in 2013 and obtained the National Procurement Expert certification from the same institution in 2013 as well.
This person is not in any teams
Bio Farma - Indonesia
7 followers
BIO FARMA adalah perusahaan milik negara yang mengkhususkan kegiatan bisnisnya dalam memproduksi vaksin dan sera. Bio Farma didirikan oleh Pemerintah Belanda pada tanggal 6 Agustus tahun 1890 di Jakarta dengan nama PARC VACCINOGEN. Seiring dengan meningkatnya kegiatan produksi, tahun 1923, lembaga ini mengalihkan pusat kegiatan produksinya ke Bandung, tepatnya terletak di jalan Pasteur no 28 - bersebelahan dengan Rumah Sakit Hasan Sadikin. Saat tanah Nusantara diduduki oleh Jepang (1942 - 1945), lembaga ini diambil alih oleh Pemerintah Jepang, dan namanya berganti menjadi BANDUNG BOEKI KENKYUSHOO. Kegiatan produksi vaksin dan sera masih terus dipertahankan. Setelah Indonesia merdeka, lembaga ini beralih ke tangan Pemerintah Indonesia (1946). Dr. R.M. Sardjito merupakan orang pertama yang dipercaya untuk memimpin lembaga ini. Dengan perjalan waktu yang panjang, lembaga ini telah banyak mengalami perubahan nama, pernah menyandang nama Perusahaan Negara Pasteur, Perusahaan Umum Bio Farma, dan sekarang PT Bio Farma (Persero). Produk Bio Farma terdiri dari; vaksin BCG, vaksin DTP-HB, vaksin DT, vaksin Td, vaksin Hepatitis B, vaksin Polio, vaksin Campak, vaksin Influenza, serum anti bisa ular, serum anti difteri, serum anti tetanus. Sebagai perusahaan milik Negara, Bio Farma mendedikasikan diri untuk pemenuhan kebutuhan vaksin Dalam Negeri. sisa kapasitas yang tidak terserap oleh kebutuhan dalam Negeri, Bio Farma mengekspor produk-produknya ke 117 negara.